Wisuda untuk Perpisahan

27 07 2015

Pagi hari yang cerah, nampaknya mereka semua telah siap, mereka tampak bahagia hari itu, tersenyum dengan  manisnya, berfoto bersama, seakan tidak ada permasalahan yang mereka hadapi, semuanya berjalan mulus.

Hari itu menjadi hari yang sangat dinantikan, selama  2 atau bahkan 4 tahun lamanya mereka menanti. Hari itu adalah hari yang mereka akan di Wisuda. Hari itu menjadi hari yang sangat Istimewa bagi mereka. Betapa tidak, mereka telah berusaha untuk menyelesaikan hafalan mereka, mereka telah berjuang untuk bisa meraih predikat hafizh. Mereka berjuang tanpa kenal lelah, membaca, mempelajari, dan menghafal Ayat-ayat Al Quran.

……….

Sekitar pukul 09.00, mereka semua berkumpul di ruang yang telah di sediakan untuk mereka. Banyak undangan yang hadir. Para undangan mungkin sangat bahagia karena bisa menghadiri acara yang bergengsi hari itu, Acara WISUDA HUFFAZHUL QURAN.

Acarapun berlangsung, sampai pada inti acara, para calon wisudawan satu persatu dipanggil ke depan lalu dikenakan selendang kehormatan padanya ( semacam toga). Dan saat itulah ia secara resmi meraih predikat hafizh. Meskipun mungkin hanya sekedar akademisi.

Setelah acara berakhir, semua kembali berfoto ria, dengan sahabat, dengan dosen atau bahkan sebagian dari mereka berfoto dengan keluarga. Sungguh menjadi momen yang sangat indah, dan membahagiakan.

……….

Pukul 16.00, para wisudawan menuju tempat rihlah, yang sebelumnya telah mereka rencanakan. Dengan menggunakan kendaraan roda 4 yang seadanya, semua berangkat dengan ceria. Tempat rihlah yang mereka pilih bukan seperti tempat rihlah kebanyakan orang, seperti : pantai, dupan, kebun binatang, atau apalah yang memang menjadi tempat wisata. Mereka memilih tempat salah seorang Da’i yang memang rawan akan kristenisasai, tempat yang sangat indah, di puncak penggunungan, dipenuhi dengan pepohonan, di tempat yang sangat dingin. Memang saat itu disana sedang musim hujan.

Dengan susah payah mendaki gunung, akhirnya mereka sampai. Sekitar 18 jam mereka berada di tempat atau di daerah itu.

Wisuda berakhir, dan rihlah pun berakhir. Disinilah puncaknya. Setelah semua kegiatan itu, maka satu persatu dari mereka, mulai meninggalkan Asrama, yang dahulu menjadi tempat bercengkrama bagi mereka, susah, senang mereka habiskan di dalamnya. Mereka berpamitan kesesama dan sekejap langsung pergi, menghilang, berpisah, dan tidak pernah lagi menengokkan batang hidungnya. Wisuda itu menjadi perpisahan buat mereka di dunia, tapi semoga saja mereka bertemu di akhirat kelak.

Alkendary